Efektif Selling Skill

Top Skill # 3: Marketing dan Sales.

www.hr-empowerment.com

Efektif Selling Skill

Sales

 Halo Anda, Semoga Anda Sehat dan Baik.

Setelah sekian lama tidak posting, karena sedang menulis dan menyelesaikan buku “6 Langkah Menjadi Project Manager Kelas Dunia”. Mohon maaf terlalu lama tidak posting.

Anda pasti sudah membaca posting saya terakhir mengenai Top Skill #3 tentang Marketing bukan?. Nah tentang salesnya belum, baru saya tulis kali ini.

Apa itu sales? Apa bedanya dengan marketing?

Sales adalah menjual dan menjual adalah menawarkan. Sales is Offering. Menawarkan. Ya…banyak orang membuat produk, membawa ke pasar/ke market, memajang, membawa ke pinggir jalan, tapi kurang laku…mengapa? Bisa jadi karena mereka tidak atau kurang menawarkan (sales) produknya. Coba bayangkan kita sudah mempunyai produk yang bagus, kita pajang ditempat bagus…kemudian kita diam saja tidak banyak menawarkan…maka jadinya ya kurang laku.

Dalam sales ada proses yang perlu diperhatikan dan dilakukan agar penjualanya efektif dan mencapai target/sasaran. Ada 4 proses dalam menjual, apa saja itu?

Inilah proses menujual yang hebat:

  1. Buidling Trust
  2. Building Need
  3. Give Solution
  4. Close The Sales.

Setelah tahu proses di atas kita bertanya bagaimana melakukanya?. Dibawah ini bagaimana melakukan 4 proses di atas.

  1. Buliding Trust.

Begini caranya membangun trust dalam menjual:

Dengan menggunakan teknik yang disebut verbal pacing dan leading. Berikut ini penjelasanya.

Verbal Pacing.

Adalah proses yang memampukan Anda untuk memengaruhi (membuat percaya ke Anda) orang dengan mudah yaitu dengan membuat pernyataan tentang fakta yang tidak dapat dibantah oleh orang yang Anda ajak komunikasi. Apa yang harus Anda katakan adalah mengatakan hal yang riil saat itu, sederhana dan riil. Dengan mengatakan yang Anda berdua menyetujui dan tidak dapat disangkal kebenaranya. Yang sudah pasti orang yang Anda ajak komunikasi menyetujuinya.

Untuk dapat melakukan pacing saat berkomunikasi/menjual dengan seseorang atau di muka umum, Anda harus mempunyai rencana komunikasi dan beberapa kali latihan. Tentu Anda tidak ingin mendapatkan penolakan dan ketidaksetujuan saat komunikasi yang membuat tujuan Anda tidak tercapai bukan? Unruk sukses memengaruhi orang Anda harus mendapatkan kata “Ya” dari lawan komunikasi Anda. Ini disebut dengan mengumakakan kebenaran. Contoh:

“ Anda sedang membaca buku/artikel saya saat ini”.

“Anda sedang membaca teknik memengaruhi orang lain”

“Anda sedang memahami teknik pacing”.

Ketiga statement tersebut adalah statement yang kebenaranya tidak dapat dibantah bukan?

Verbal Pacing di atas memiliki 4 manfaat, yaitu:

  1. Mendapatkan atau membuat keadaan perasaan positive dari lawan komunikasi Anda.
  2. Membuat lawan bicara Anda “connect” dengan Anda secara total, seketika.
  3. Mengarahkan lawan komunikasi Anda kepada tujua pembicaraan yang Anda inginkan.
  4. Membangun potensial respon yang meningkatkan kemungkinan mereka akan menyetujui apa yang akan Anda usulkan.

Verbal Leading.

Adalah memberikan saran yang mengarahkan pembicaraan mengalir ke dalam pikiran orang yang Anda ajak berkomunikasi. Teknik ini akan membawa dari keadaan masa lalu atau sekarang ke keadaan masa depan/yang Anda inginkan. Pada Verbal leading, Anda membuat saran yang berupa pernyataan yang Anda yakini itu benar. Atau apa yang dia yakini akan benar terjadi.

Sebagai pengingat, saran yang Anda berikan harus menggunakan kata “akan”.

Jika Anda menguasai teknik ini maka Anda akan dapat memengaruhi siapa saja dan kapan saja sesuai yang Anda inginkan. Anda akan mendapatkan persetujuan dengan mudah dan elegan. Verbal pacing dan leading ini tidak akan efektif jika dilakukan sekali saja dalam pembicaraan. Untuk berhasil memerlukan pattern dan formula. Untuk itulah Anda memerlukan strategy dan persiapan dan latihan menerapkan teknik ini. Strategy itu terdiri dari 3 langkah praktis:

Langkah 1: Mulailah mengetahui dan menuliskan tujuan yang hendak dicapai dalam komunikasi.

Langkah 2. Tulislah 3 paragraph selang seling antasa fakta dan saran dengan formula :

  • 3 fatkta diikuti 1 saran.
  • 2 fakta diikuti 1 saran.
  • 1 fakta diikuti 1 saran
  • ditutup dengan 3 saran.

Langkah 3. Latihlah mengucapkan ketiga paragraph yang sudah Anda tulis tersebut agar pada saat mengkomunikasikanya lancar dan berhasil seperti yang Anda inginkan. Bagaimana? Sederhana kan memengaruhi dan membuat orang trust ke Anda?

  1. Building Need.

Kita harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan dasar manusia. Ada 2 macam kebutuhan manusia, yaitu primer dan sekunder. Kebutuhan primer itu terdiri dari:

  1. Kebutuhan menghindari kesengsaraan, porsinya 80% dari total kebutuhan.
  2. Kebutuhan mendapatkan kesenangan, porsinya 20% dari total kebutuhan.

Kemudian kebutuhan sekunder ada 6 yaitu:

  1. Kebutuhan akan Kepastian/nyaman aman
  2. Kebutuhan akan Ketidakpastian/variasi/hal baru
  3. Kebutuhan akan Hubungan/relationship
  4. Kebutuhan akan menjadi Signifikan/berbeda
  5. Kebutuhan akan keSamaan dengan orang lain
  6. Kebutuhan akan merasa Berarti bagi orang lain

Kebutuhan manusia, siapapun dia pasti brkisar akan kebutuhan itu. Nah pergunakanlah pengetahuan kebutuhan manusia ini untuk menjual produk Anda.

  1. Give Solution

Pastinya Anda sudah mempunyai produk sebagai solusi dari kebutuhan calon pembeli produk Anda di atas. Meskipun solusi sudah Anda tawarkan, bisa jadi calon pembeli belum tentu mau membeli itu karena Anda kurang meyakinkan dalam menawarkan. Nah untuk dapat meyakinkan dan mengubah calon pembeli menjadi pelanggan Anda perlu melakukan ini:

  1. Positioning Pribadi. Jadi Master. Konsultan. Salesman yang menguasasi profesi dan produk
  2. Pengetahuan Produk, jasa, ide
  3. Taktik penyampaian.
    1. Ultimate Advantage.
    2. Sensational Offer. Parkir Gratis, Diskon Seumur Hidup. Cover Plastik Tebal Gratis.
    3. Powerful Promise. Garansi, tukar gratis, dll.
  1. Close The Sale.

Nah langkah terakhir dalam menjual adalah get the deal atau close the sale. Begini caranya:

  1. Ya kecil baru Ya Besar (Pacing & Leading). Buatlah pertanyaan tertutup yang merupakan fakta dan jawabanya hanya “ya”
  2. Memberikan Limit Waktu pada penawaran Anda.
  3. Memberikan Hadiah dan Diskon. Hadiah selalu lebih baik dari diskon.
  4. Manfaatkan Fear dan Greed.
  5. Mahir Dalam Handling Objection. Objection biasanya Itu itu saja. Pergunakanlah Timbangan (Harga Vs Benefit).
    1. Harga mahal atau terlalu murah. ><. USP.
    2. Berpikir-pikir dulu. Pilah2….minat 1-10.

Selamat Mencoba, Semoga Anda Sukses Selalu.

Salam,

www.hr-empowerment.com

www.eryprasetyawan.com

 

 

Top Skill #3: Marketing Dan Sales.

Marketing

Mengapa Marketing dan Sales Ini Penting? Bayangkan sebuah bisnis tanpa marketing dan sales, apa jadinya? Ya…penjualan akan sangat kecil dan bisnisnya gulung tikar. Marketing dan sales adalah nyawanya sebuah bisnis. Tidak ada penjualan maka bisnisnya akan tutup. Maka marketing dan sales ini sangat penting sekali untuk sebuah bisnis.

Apakah penting untuk sebuah bisnis saja?…oh tidak! Hal ini berlaku untuk setiap orang yang mencari pekerjaan juga. Pada dasarnya setiap pencari pekerjaan harus bisa memasarkan dan menjual ASK-nya. Apa itu ASK, singkatan dari Abilities, Skills dan Knowledge. Demikian juga setiap karyawan dalam bekerja, setiap hari harus memasarkan dan menjual ASK nya supaya terus dipertahankan sebagai karyawan atau bahkan dipromosikan.

Nah…apa itu marketing. Singkatnya marketing adalah dari kata market + ing. Market berarti pasar, sedangkan + ing berarti usaha membawa. Membawa apa? Membawa produk ke pasar. Kemudian bagaimana caranya membawa produk kita ke pasar? Ada 5 Langkah yang harus dilakukan untuk dapat memasarkan produk kita.

  1. Membuat daftar calon pembeli produk kita. Yang harus kita ketahui pertama kali adalah siapa TSP untuk produk yang ingin kita pasarkan. Apa itu TSP, Targeting-Segmenting – Positioninng. Siapa saja calon pengguna yang menginginkan produk kita disebut target. Oh ya…perlu diketahui apa beda antara keinginan (want) – kebutuhan (need) – permintaan (demand)?.

Want atau keinginan adalah semua hal yang diinginkan oleh calon pembeli. Ini sangat luas dan banyak. Contoh, Saya ingin makan nasi rames, steak, soto, baso, gado-gado, tongseng dll. Padahal apa kebutuhan (need) saya? Saya hanya memubutuhkan sepiring nasi soto atau sepiring nasi rames atau sepiring nasi tongseng atau sepiring steak. Ya kebutuhanya hanya sepiring makanan. Coba…saya lihat dulu di dompet saya ada uang berapa. Yah…hanya ada uang goceng alias 5.000 rupiah….berarti demand saya atau kemampuan membeli saya adalah hanya 5.000 rupiah saja, maka saya hanya dapat semangkok Indomie + telor. Jadi demand adalah kemampuan membeli calon pelanggan kita.

Menetapkan semua calon pembeli hanya berdasarkan keinginan saja ini disebut targeting.

Menyeleksi calon pembeli berdasarkan apa kebutuhan mereka ini disebut segmenting.

Menganalisis dan observasi berapa kemampuan beli calon pembeli ini disebut positioning.

(Ada 73 cara atau taktik mencari siapa calon pembeli produk kita.)

  1. Mengetahui Berapa Conversion Rate, setelah tahu siapa saja calon pembeli kita dan membuat pengelompokan mereka berdasarkan targeting-segmenting dan positioning, langkah berikutnya adalah bagaimana mereka mengenal produk kita dan membelinya. Ya…kita harus berkomunikasi dan menawarkan kepada mereka. Jika ada yang membeli maka kita harus ukur secara prosentasi, yaitu berapa orang yang membeli dibagi total berapa orang yang sudah kita tawari dikali 100%. Ini dinamakan Conversion Rate. Contoh, kita menawarkan kepada 1.000 orang dan terjadi 100 pembelian. Maka konversi rate nya 100/1000 x 100% = 10%. Setelah tahu conversion rate nya kita bisa tahu bagaimana usaha meningkatkanya. Bagaimana caranya? Ada 3 cara, yaitu pertama dengan menaikan jumlah orang yang kita tawari, kedua menaikan skill kita dalam menawarkan. Ketiga adalah gabungan dari keduanya.

(Ada 83 taktik/cara membuat calon pembeli memutuskan membeli produk kita)

  1. Number Of Transaction. Setelah kita punya pelanggan kita harus selalu ukur berapa jumlah transaksi rata-rata yang dilakukan oleh pelanggan kita, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap quarter, setiap semester dan setiap tahun. Setelah kita mengetahui jumlah transaksi setiap pelanggan, so what? Apa yang harus kita lakukan? Ya…mencari cara bagaimana menaikan jumlah transaksi dari setiap pelanggan kita.

(Ada 68 taktik/cara menaikan jumlah transaksi pelanggan kita)

  1. Average Sale. Rata-rata belanja rupiah pelanggan kita. Harus tahu berapa rata-rata rupiah yang dibelanjakan setiap pelanggan per minggu, per bulan, per quarter, per semester dan per tahunya. Dengan mengetahui statistik ini akan kita ketemukan cara bagaimana cara membuat pelanggan kita lebih banyak membelanjakan uangnya ke kita per bulanya.

(Ada 53 taktik/cara menaikan rata-rata belanja rupiah pelanggan kita)

  1. Menaikan Profit Margin. Kebanyakan orang takut menaikan profit marginya dengan cara menaikan harganya. Ketakutannya karena ditinggalkan pelanggan. Akan tetapi dengan strategi menaikan harga dengan alasan yang tepat sering akan lebih menguntungkan, net profit naik. Mungkin ada beberapa pelanggan yang mengurangi pembelian atau tidak menjadi pelangggan lagi. Nah keuntungan kita adalah net profit naik tapi jumlah pelanggan yang harus dikelola turun. Bukankah ini double untung?

(Ada 67 taktik/cara menaikan profit margin kita).

Total ada 344 cara Menaikan Penjualan Kita.

Berani Mencoba?

(Artikel tentang sales akan ditulis terpisah).

Semoga Bermanfaat.

Salam,

Ery Prasetyawan.

www.hr-empowerment.com

www.eryprasetyawan.com

*sumber: Brad Sugars.

Personality A la Jendral Helmut Von Moelke.

www.hr-empowerment.comPersonality

Beberapa psikolog dunia mencetuskan tipe-tipe perosonality manusia, yang membantu kita untuk menjadi sukses dalam berkomunikasi. Salah satunya Florence Littaeur dengan bukunya personality plus, membagi personality manusia menjadi 4, yaitu Kholeris, Sanguinis, Plegmatis dan Melankolis. Kemudian pembagian personality yang paling populer dan paling banyak dipakai di dunia saat ini yaitu DISC dicetuskan oleh William Moulton Marston. Mr. Martson juga membagi tipe manusia menjadi 4, yaitu Dominan, Influence, Steadiness dan Counciousness, disingkat DISC. Selanjutnya Myers dan Briggs dengan 16 tipe MBTI personalitinya.

Ada satu lagi yang menarik tentang personality ini, yang dikemukakan oleh seorag Jendral angkatan perang Jerman, yang bernama Helmut Von Moelke. Memang pembagian personality oleh Jendral ini tidak populer. Tidak banyak atau belum banyak yang mengetahuinya. Sebelum menyimak tentang tipe personalitinya, kita perlu tahu siapa Jendral Helmut Von Moelke ini. Menurut sejarahnya negara Jerman. Jendral ini termasuk salah satu Jendral besar dan sukses dalam karirnya.

Jendral Helmut Von Moleke dalam pekerjaanya sehari-hari sebagai jendral angkatan bersenjata dituntut untuk menghasilkan suatu yang hebat dalam waktu yang singkat. Pekerjaan ini memerlukan ketrampilan organisasi, manajemen dan leadership yang tinggi. Beratus bahkan beribu prajurit dari tingkat Letnan Jendral sampai prajurit paling bawah harus dikelola dengan sebaik mungkin untuk memenangkan peperangan dan menjaga negara.

Dengan latar belakang tuntutan seperti itu dan pengalaman nya memimpin angkatan bersenjata Jerman, beliau membagi personality anak buahnya menjadi 4 tipe sederhana. Tipe ini merupakan kombinasi dari sifat anak buahnya yang tentu dia sudah amati dan kenal dalam waktu cukup lama. Sifat yang dipakai hanyalah 2 saja, pertama: Rajin atau Malas. Kedua: Pandai atau Bodoh. Maka dari ke dua sifat itu ditemukalah 4 kombinasi yang sederhana sebagai berikut.

Tipe 1. Malas dan Bodoh.

Orang dengan tipe ini akan menyukai pekerjaan yang rutin, kecil dan mudah. Jika ditugasi ke pekerjaan yang sulit, komplek dan besar maka dia akan menyerah atau tidak akan mampu. Maka sang Jendral hanya memberikan tugas dan tanggung jawab kepada tipe ini untuk membersihkan senapan dan alat perang. Merawat serta menjaga persenjataan.

Tipe 2: Rajin dan Pandai.

Orang yang rajin dan pandai biasanya menyukai hal yang detail. Pekerjaan harus detail, laporan harus detail dan semua serba di detailkan. Karena merasa pandai, tipe ini juga suka hal-hal sulit dan komplek, karena kalau sulit dan komplek dia merasa dihargai dan diakui. Kalau tidak detail merasa belum ada hasil. Jika tidak detail merasa belum bekerja. Ada perasaan khawatir dan takut bagi tipe ini kalau pekerjaanya tidak detail, karena tidak nampak sulit. Maka saking takut dan kawatirnya dia mencari-cari dan mendetailkan hal atau pekerjaan yang sebenarnya sederhana. Bahkan sering membuat komplek hal yang sederhana, tipe ini tidak suka menyederhanakan hal yang komplek, malah sebaliknya mengkomplekan hal yang sederhana.

Maka dari itu Jendral itu membrikan tugas-tugas yang detail. perlu ketelitian dan analisis, namun tidak diberikan pekerjaan kepemimpinan untuk tipe ini.

Tipe 3: Rajin dan Bodoh.

Tipe ini orangnya sangat aktif, bahkan berlebihan sehingga kadang cenderung menjadi bumerang, dianggap sok tahu. Ya, memang karena pada dasarnya dia tidak pandai (bodoh) maka sering salah dalam menganalisis dan memutuskan. Orang tipe ini akan bahaya jika jadi pemimpin, karena jika keputusanya salah akan fatal dan sukar untuk diperbaiki. Maka Sang Jendral juga tidak mengkader tipe ini untuk menjadi pemimpin. Kebanyakan difungsikan untuk juru komunikasi/bicara.

Tipe 4. Malas dan Pandai.

Krena sifatnya yang pandai maka dia selalu proaktif dan pencari akal. Serta sifat malasnya sehingga dia menginginkan pekerjaan cepat selesai. Secepatnya supaya dia bisa punya banyak waktu untuk bermalasan. Dengan sifat itu maka setiap ada pekerjaan yang komplek dan membutuhkan waktu panjang, dia selalu mencari jalan yang paling sederhana dan singkat. Maka tipe ini selalu ingin menyederhanakan hal yang komplek dan menyelesaikan secepatnya (seefisien mungkin).

Maka Jendral itu memilih kader-kader pemimpin yang mempunyai sifat tipe 4 ini.

Ternyata semua penemu dan pemimpin sukses mempunyai sifat ini, karena malas berjalan maka ditemukanlah sepeda,motor dan mobil, karena malas perjalanan lama, maka ditemukanlah pesawat. Karena malas bekerja 20 jam sehari dengan mempunyai 10 toko, tapi ingin punya 100 lebih toko dan bisa hanya bekerja 4 jam sehari maka ditemukanlah sistem franchise.

Jika kita bertemu orang yang baru kita kenal, cukup mudah untuk mengenali personality nya melalui sistem DISC, apalagi kalau sudah mengenal lama. Apabila kita mempunyai teman atau sub ordinat yang bersama kita cukup lama, maka akan mengasyikan kalau kita bedah dengan tipe personality nya Jendral Jerman ini. Apakah mereka itu tipe 1, tipe 2, tipe 3 atau tipe 4? Dan apa tugas yang pas buat mereka di dalam organinasi yang kita pimpin?

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Salam.

www.hr-empowerment.com

www.eryprasetyawan.com

Top Skill #2: Finding The Right Man On The Right Place

 

The Right Man On The Right Place

Halo Temans….

Apa kabar Anda Hari ini?

Semoga Anda Dalam Keadaan Luar Biasa Baik.

Sebelumnya Saya membahas Top Skill # 1 yaitu Communication Skills. Nah…kali ini Saya akan menulis mengenai Top Skill #2, yaitu bagaimana finding the right man on the right place in the right time.

Sebelumnya mungkin Anda bertanya mengapa skill ini sangat penting? Skill ini akan menentukan hidup Anda, karir Anda, dan kehidupan sosial Anda. Jika Anda menemukan orang yang tepat untuk organisasi Anda, atau sebagai teman, sahabat serta partner bisnis maka hidup Anda akan terasa lebih ringan dan mudah. Akan tetapi sebaliknya jika Anda mempunyai the wrong man…bukan akan meringankan beban hidup Anda melainkan sebaliknya akan menambah beban Anda dan menyulitkan bahkan merugikan Anda bukan? Maka dari itu skill ini sangat penting.

The right man yang Anda punya tidak harus banyak, mungkin mempunyai 3-4 orang yang tepat sudah sangat cukup untuk kesuksesan Anda. Setelah itu mungkin Anda akan bertanya bagaimana mendapatkan the right man on the right place? Berikut ini tip yang baik untuk mendapatkanya:

  1. Menerapkan Law of attraction.

Seperti ungkapan “burung yang sejenis akan terbang bersama”, bukankah burung merpati bersama burung merpati, dan burung pipit bersama burung pipit juga? Tidal kita temukan burung merpati berkumpul dengan burung pipit bukan? Demikian juga orang baik akan berkumpul dengan orang baik. Orang pandai akan berkumpul dengan orang pandai. Jika kita ingin mendapatkan orang baik, maka kita harus baik. Jika kita ingin mendapatkan orang pandai kita juga musti  pandai.

  1. Mintalah apa yang Anda inginkan. Pergunakanlah kata-kata yang positive bukan negative. Berkata-katalah menggunakan kalimat positive bukan kalimat negative. Mintalah apa yang Anda inginkan, bukan menghindari apa yang tidak Anda inginkan. Katakanlah dan mintalah orang yang Anda inginkan, jangan meminta asal bukan….
  2. Yakinlah dan percayalah apa yang Anda harapkan pasti akan terwujud. Demikian dalam mencari orang yang tepat, yakinlah bahwa Anda pasti akan mendapatkan orang yang tepat yang Anda inginkan.
  3. Bersiaplah untuk menerima apa yang sudah Anda minta dan percayai akan terjadi. Hal ini akan mebuat alam semesta akan memberikan apa yang Anda minta dan percayai. Bersiaplah Anda akan dipertemukan dengan orang yang tepat seperti yang Anda inginkan. Dengan cara yang tidak pernah Anda sangka.

Tentu keempat hal di atas cukup sulit dimengerti apalagi di praktekan. Kemuadian mungkin Anda bertanya bagaimana prakteknya secara kongkrit? Saya sering menggunakan teknik IVVM, apa itu? I = Idealization, V: Verbalization, V = Visualization and M = Materialization.

Idealization adalah mempunyai tujuan yang jelas. Sejelas dan sebening kristal.

Verbalization = tuliskan dan ucapkan apa yang Anda inginkan. Ini juga disebut I am statement. Ini sangat powerful, tuliskan minimal 20 list tentang Anda. Mulailah dengan kata Saya adalah….. lakukan ini dan setelah itu bacalah keras-keras berulang-ulang.

Visualization = Temukan gambar dan tempelah di tempat yang sering Anda lihat. Lihatlah gambar-gambar yang merupakan visualisasi keinginan Anda. Bayangkanlah Anda akan mendapatkan semua yang ada pada gambar tersebut dan rasakanlah Anda sudah sperti memilikinya.

Materialization = You are only do what you think, and you are what you think.

Selamat Mencoba.

Sukses Untuk Anda Semua…

www.hr-empowerment.com

Salam,

www.eryprasetyawan.com

Alam Semesta Jauh Lebih Cerdas Dari Manusia

Alam Semesta

Apa kabar Anda hari ini? Semoga Anda semua baik dan sehat-sehat saja.

Temans,

Pada akhir bulan Januari 2015 yang lalu saya berekesempatan pergi ke Semarang untuk membantu seseorang dalam hal pengembangan sumber daya manusia di perusahaanya. Dia seorang kepala unit personalia di perusahaanya. Kali ini Saya berkeinginan melakukan perjalanan dengan kereta api, disamping sudah lama tidak sering naik kereta api, juga informasinya KAI sekarang sudah bagus, lebih nyaman dan bersih. Akhirnya saya membeli tiket KAI untuk berangkat pagi jam 9.30 dari Jakarta.

Pada hari H, saya berangkat dari rumah ke stasiun Gambir jam 5 pagi lebih sedikit, maklum khawatir kena macet di jalan karena hari itu hari Senin pagi dan rumah jauh dari Stasiun Gambir. Ditengah perjalanan naik taxi menuju Gambir saya teringat sesuatu dan segera mengecek tas ransel, dan benar tidak ada 1 buku bacaan pun ada di tas saya. Saya lupa memasukanya ke tas jinjing/ransel saya seperti biasanya. Kebayang bakal gak ada bahan bacaan sebagai pengisi waktu perjalanan Jkt – SMG.

Dulu pernah sekali ketinggalan juga – dasar pelupa!- tapi waktu itu siang jam 11 dan toko-toko sudah buka, dan akhirnya saya mampir ke Gramedia membeli buku untuk di baca di dalam pesawat. Nha ini sekarang jam 6 pagi, mana ada toko buku yang sudah buka? Hanya bisa berharap ada toko buku di Gambir dan sudah buka sebelum jam 9 pagi.

Sesampainya di Gambir, setelah sarapan bubur ayam dekat stasiun – enak juga buryamnya- dan mencetak tiket. Saya clingukan mencari toko buku, ternyata tidak ada toko buku, setidaknya di lantai 1 peron stasiun Gambir. Hanya ada toko koran dan majalah di pojokan, akhirnya saya coba kesana. Setelah saya amati toko koran dan majalah ini menjual beberapa buku juga, tidak banyak, sekedar pelengkap tokonya.

Buku yang dijual kebanyakan adalah tentang biography dan tuntunan hidup (berbagai jenis doa). Saya telusuri semua buku, akhirnya ada 1 buku yang menarik untuk menemani perjalanan Jkt-Semarang, buku itu berjudul “ 25 Ways Win People” dari Jonh C. Maxwell. – Untuk sementara selamatlah saya- hahahahaha ah…terlalu berlebihan ini. Orang Surabya bilang “ojok kemoncolen ta”.

Ternyata buku ini sangat begus menurut saya seperti menemukan harta karun yang sangat bernilai, saya jadi memfavoritkan John C. Maxwell karena membaca buku itu. Ini pertama kali saya membaca bukunya, meskipun pada waktu saya membeli buku di Gramed dan Kharisma, banyak buku-buku karangan dia. Entah mengapa saya belum tertarik membelinya. Mungkin Alam Semesta sudah mengaturnya melalui tertinggalnya buku bacaan saya waktu itu. Saya menemukan satu lagi Guru luar biasa yang sangat rendah hati dan yakin ini sudah diatur oleh Alam Semesta.

Oh iya….beberapa hari sebelum hari H ke Smg saat itu saya sedang membaca bukunya BrianTracy yang belum selesai, ~buku ini yang tertinggal itu~. Buku John C. Maxwell ini sangat berkesan buat saya, banyak hal baru, cara pandang, dan pendekatan-pendekatan yang disajikan berbeda dengan buku-buku yang pernah saya baca.

Hampir semua halaman mengesankan dan terutama pada halaman 107 dia menuliskan : Duta besar Amerika dan penyair Henry Van Dyke mengamati “ Terdapat ambisi yang lebih mulia dibandingkan sekedar berdiri menjulang di dunia ini, yaitu untuk mau membungkuk dan mengangkat umat manusia sedikit lebih tinggi” . Sebuah perspektif yang luar biasa! Melakukan dan berbagi untuk sesama yang tidak bisa mereka lakukan sendiri adalah benar-benar persoalan sikap.

Tidak masalah besar atau kecil yang Anda miliki, Anda punya kemampuan untuk melakukan sesuatu bagi orang lain apa yang tidak bisa mereka perbuat sendiri. Itu semua bergantung pada anugerah, sumber daya, dan pengalaman unik Anda. Anda akan berbahagia dengan melakukan 4 hal ini:

  1. Perkenalkan Orang Lain Kepada Orang Yang Tidal Dapat Mereka Kenal Sendiri.
  2. Bawalah Orang Lain Ke Tempat Yang Tidak Bisa Mereka Datangi Sendiri.
  3. Tawarkan Orang Lain Peluang Yang Tidak Bisa Mereka Raih Sendiri.
  4. Berbagi Dengan Orang Lain Gagasan Yang Tidal Mereka Miliki.

 

“ Manusia akan merasa hidup jika pernah memberikan sesuatu hal baik yang orang tidak dapat membalasnya”. ~ Anonim.

 

Saya tidak tahu apakah Anda dapat menemukan buku ini di kota Anda, tapi saya akan coba bantu sharing beberapa inti buku ini di web saya, kunjungilah:

http://www.hr-empowerment.com

Semoga Anda Sukses dan Bahagia

Salam,

www.eryprasetyawan.com

Thank To:

Alam Semesta, John C. Maxwell, Henry Van Dyke.